Kuliner Cirebon

Melakukan perjalanan di Cirebon rasanya kurang lengkap jika tidak mencicipi kuliner khas Cirebon. Ada 10 Kuliner Cirebon yang terkenal dan sering dikunjungi oleh banyak orang. Dijamin anda bakal ketagihan karena kelezatannya. Kami siap mengantar anda bila ingin mencicipi kuliner khas Cirebon ke 10 lokasi yang sudah cukup terkenal.


Nasi Jamblang Mang Dull

Nasi Jamblang sudah menjadi ikon di kota Cirebon karena terkenal kelezatannya. Dikenal dengan nasi jamblang karena nasi ini berasal dari sebuah desa di Cirebon yang bernama desa jamblang. Penyajiannya tergolong unik, karena nasi ukuran kepalan tangan disajikan terbungkus dengan daun jati. Nasi jamblang yang cukup terkenal adalah milik Abdul Rojak atau lebih terkenal dengan nama Mang Dull sejak tahun 1970-an. Setiap hari warung Nasi Jamblang Mang Dull cukup ramai dikunjungi terutama pukul 06.00 - pukul 08.00 pas jam-nya sarapan. Pengambilan lauk pauknya secara prasmanan, dan pilihannya bermacam-macam seperti : sambal goreng, sayur, tahu-tempe goreng, telur dadar, perkedel, dendeng, rendang, dan macam-macam pepes.


Nasi Lengko Pagongan

Satu lagi jenis nasi yang digemari masyarakat Cirebon, yaitu nasi lengko. Yang paling terkenal adalah milik H. Barno di jalan Pagongan sejak tahun 1968. Warung Nasi Lengko milik H. Barno ini tak pernah sepi pengunjung setiap harinya. Nasi Lengko cenderung lebih mirip dengan nasi pecel, berisi irisan timun kecil-kecil, taoge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu, kemudian disiram dengan bumbu kacang pedas serta taburan bawang goreng yang menambah nikmat rasanya.


Empal Gentong Mang Darma

Empal Gentong Mang Darma sudah cukup terkenal di telinga penikmat wisata kuliner di kota Cirebon. Terkenal dengan nama empal gentong karena memakai bahan dasar empal atau daging dengan sedikit lemak dan dimasak menggunakan gentong atau kuali besar selama 10 jam. Mang Darma sudah merintis usahanya sejak tahun 1948, tak heran kelezatan empal gentongnya sudah menyebar kemana-mana. Walaupun namanya empal gentong, sebenarnya masakan ini lebih mirip dengan masakan gulai atau soto daging. Untuk isiannya pengunjung bisa memilih daging atau jeroan seperti limpa, paru, hati, usus, dan babat. Setelah itu daging yang dipilih dipotong kecil-kecil dan disiram dengan kuah panas , lalu ditaburi dengan bawang goreng dan daun bawang. Biasanya disajikan dengan nasi putih atau lontong.


Empal Asem Amarta

Empal asam ini rasanya segar dan top markotop abiss. empal asem disajikan dengan kuah bening yang lengkap dengan irisan daging yang melimpah, daun bawang, belimbing wuluh dan tomat. Kuahnya yang masih mengepul menyampaikan harumnya daun salam dan serai. Ketika menyruput kuahnya, bumbu rempahnya terasa ringan, gurih, asem dan menyegarkan. Taburan bawang gorengnya semakin menambah rasa gurih. Tekstur dagingnya cukup lembut, dan bumbunya meresap hingga ke dalam daging. Tambahkan sambal hijau untuk mendapatkan rasa pedas yang mampu membangkitkan nafsu makan. Jangan lupa juga menyertakan kerupuk untuk menyempurnakan rasa saat menyantapnya.


R.M Haji Moel Seafood

Sesuai dengan namanya, setelah memasuki rumah makan, beraneka hidangan seafood dan Chinese food menghiasi menu yang ada di rumah makan ini. Untuk menu spesialnya, semuanya bisa dibilang special, namun yang cukup banyak digemari pengunjungnya, ada kepiting saus padang, udang bakar yang disajikan dengan tiga piliihan sambal, ada sambal terasi, sambal kecap dan sambal pedas seafood. Sedangkan untuk side dishnya, bisa memilih ca kangkung, ca brokoli, ca caisim atau ca kailan. Untuk kepiting saus padangnya, benar-benar yummy dan pedasnya sangat mantap. Sedangkan untuk udang bakar dan ca kailannya juga tak kalah nikmat untuk melengkapi sajian seafood.


Mie Koclok Panjunan

Mie koclok sendiri merupakan mie rebus yang disajikan dengan siraman kuah kental, irisan daun bawang, kol, taoge, telur rebus, suwiran daging ayam, teburan bawang goreng serta merica dan sambal merah di salah satu sisinya. Cara menikmatinya, harus diaduk terlebih dahulu hingga tercampur rata. Rasanya memang cukup unik, gurih, pedas dan sedikit asin terasa nikmat saat disruput bersama kuahnya yang kental.


Docang

Docang ini adalah makanan khas Cirebon yang terdiri dari lontong, daun singkong, tauge dan kelapa parut yang disiram dengan kuah yang dicampur oncom atau dikenal dengan dage ini, dan diberi kerupuk.Boleh dibilang mirip lantog sayur, namun kuah oncom yang panas serta parutan kelapa yang ada di dalam makanan ini memberikan rasa yang boleh dibilang unik. Pertama sang bapak memarut kelapa, lalu ditambahkan bahan-bahan lainnya yang tadi saya sebutkan diatas, kemudian makanan ini disiram dengan kuah oncom panas. Begitu mencicipi, terasa agak aneh tapi enak.


Gado-Gado Prujakan

Sebelum memesan gado-gado ini, sebaiknya perut kita dalam keadaan benar-benar lapar kalau kita bukan tipe orang yang memiliki perut dengan kapasitas besar. Pasalnya, gado-gado ini disajikan dalam porsi cukup besar yang bisa dinikmati untuk 2 orang. Aneka macam sayuran rebus seperti kacang panjang, kangkung, bayam, kol dan kentang berpadu dengan mentimun, telur, tahu dan juga mie kuning dalam seporsi gado-gado. Tak lupa bumbu kacang melimpah yang menyelimuti sayuran tersebut, namun penambahan kuah santan pada bumbu kacangnya disebut-sebut sebagai kunci kelezatan dari gado-gado ini. Ditambah lagi dengan kerupuk yang ditaruh di dasar piring dan gimbal udang merupakan salah satu ciri khasnya. Jangan lupa untuk memesan yang pedas, bumbu yang meresap ke dalam sayurnya memang nikmat, dan rasa pedasnya semakin menambah nafsu makan.


Mie SP

Nah, kalo kudapan yang satu ini luar biasa enaknya. Cocok untuk kamu yang penyuka pedas. Mie SP sendiri adalah singkatan dari Spesial Pedas. Jadi, otomatis rasanya pun pedass. Rasa pedasnya pun memiliki level atau tingkatan-tingkatan sendiri. Mie SP ini banyak macamnya, ada yang memakai keju, kornet, sosis, dll.


Kue Tapel Mbak Lena

Untuk membuat crapes menggunakan wajan besi yang ditaruh di atas tungku dan sesekali menggosoknya dengan batu karang untuk menghilangkan kerak yang tersisa. Setelah wajan cukup panas, adonan tepung dan kelapa yang lembek dioleskan membentuk lingkaran di atas wajan. Lalu ditambahkan ketan kukus dan tipiskan hingga merata diatasnya. Dan setelah itu, baru setengah pisang ditaruh diatasnya beserta gula merah. Kemudian wajan ditutup dan dibiarkan beberapa saat hingga matang dan gulanya meleleh. Tak selang berapa menit, aroma wangi dan sedikit gosong dari kelapa dan ketan mulai tercium keluar. Setelah benar-benar matang, barulah crapes dilipat dan diangkat.